Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Mei 2016

3DM Berhenti Dari Cracker Game ?


Kita mengetahui bahwa dunia pembajakan game sudah sangat merajalela, hal itu mengundang perhatian banyak Developer Game untuk ingin menggunakan software anti bajak, sebut saja Denuvo. Softwae tersebut membuat para cracker semakin sulit untuk membobolnya. Meskipun di pertengahan tahun lalu Denuvo hampir tumbang dikarenakan beberapa aplikasi dan game dibawah proteksinya akhirnya dapat dibobol, seperti GTA V, FIFA 15, Dragon Age Inquistion, dan Lords Of The Fallen. Atas kegagalannya tersebut Denuvo berhasil bangkit dengan melemparkan sistem anti crack yang bahkan jauh lebih efektif dan lebih solut pada di beragam proyek game yang ada ataupun yang segera rilis. 


Seberapa tangguhnya Denuvo Sekarang? Ya, proteksi yang diberikan denuvo sekarang cukup untuk membuat game seperti Just Cause 3, FIFA 16, dan yang terbaru – Rise of the Tomb Raider tidak mempunyai versi bajakan, sampai artikel ini diposting belum ada versi bajakan dari game game tersebut. Proteksi Denuvo ini memang menjadi pukulan tersendiri bagi para gamer yang masih mengandalkan game versi bajakan atau pak tani edition untuk mencicipi beragam proyek terbaru. Dapat diketahui bahwa banyak game raksasa yang akan dirilis di tahun 2016 terdengar akan menggunakan sistem anti cack yang sama yaitu Denuvo. Semua ini menjadi kabar gembira bagi para Developer Game tetapi justru menjadi pukulan yang sangat berat bagi gamer yang mengandalkan versi bajakan atau pak tani edition.


Seperti yang kita ketahui diatas, sebagian besar game berbasis Denuvo pada sistemnya, selama satu tahun terakhir ini memang berhasil diretas oleh sebuah tim bernama 3DM yang berlokasi di China. Namun karena hingga saat ini game Just Cause 3 belum bisa dibajak, 3DM secara terbuka mengungkapkan rasa pesimisnya beberapa waktu yang lalu. Ia menyebut bahwa jika tren seperti ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin bahwa dalam waktu 2 tahun ke depan, Anda tak akan lagi bertemu dengan game bajakan karena proses peretasan yang semakin sulit. Hal ini juga mulai menumbuhkan usaha untuk mencari alternatif cara untuk “menundukkan” game Denuvo, seperti mengeksploitasi Steam, misalnya. Apakah Denuvo akan berakhir dipecahkan atau tidak? Satu yang pasti, 3DM tak akan bergabung di dalamnya.


Pengumuman yang sangat mengejutkan mengejutkan. Lewat post sang pemimpin di forum resmi mereka – Bird Sister, 3DM dipastikan akan berhenti dari scene pembajakan game PC setidaknya hingga satu tahun ke depan.

Sebuah berita mengejutkan hadir. Dalam forum resmi mereka sendiri, sang pemimpin grup peretas ini – Bird Sister mengumumkan bahwa 3DM akan berhenti dari aktivitas peretasan game bajakan PC, terhitung mulai dari hari raya Imlek minggu depan! Mereka tidak akan lagi meretas game-game single player dan akan menghapus segala jenis crack dari grup lain yang dikirimkan ke forum mereka. Yang yang paling aneh, mungkin alasannya. 3DM mengaku bahwa langkah ini diambil karena mereka hendak bereksperimen apakah tidak adanya versi bajakan sebuah game memang berkontribusi pada jumlah penjualan game original atau tidak. Ini tentu saja jadi pukulan yang telak bagi scene pembajakan internasional.

Mereka akan rehat untuk setidaknya satu tahun ke depan untuk melihat hasil dari eksperimen tersebut. 3DM saat ini hanya akan bekerja melokalisasi dan menerjemahkan game-game buatan luar untuk gamer di China itu sendiri. Apakah hengkangnya 3DM ini menjadi bukti kekuatan Denuvo. Ataukah ia justru akan mengundang lebih banyak tim lain yang berusaha membobolnya. Kita tunggu saja. Say Goodbye To 3DM !!!
Read More

Jumat, 20 Mei 2016

15 Game Yang Dianggap Berbahaya




Beberapa hari yang lalu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis daftar 15 game yang berbahaya bagi anak. Mereka melarang dikarenakan game tersebut tidak mendidik dan berbahaya bagi anak. Kemendikbud juga tidak hanya mengingatkan orangtua terhadap game-game berbahaya itu, Kemendikbud juga perlu menyediakan game yang edukatif.

Kemendikbud menginginkan banyak partisipasi anak-anak negeri ini yang ingin berkompetensi untuk menyedikan game edukatif. Setelah itu ada baiknya Kemendikbud membeli hak cipta game edukatif tersebut dan membagikannya ke publik.

Meski demikian,  keinginan Kemendikbud yang mengumumkan daftar 15 game berbahaya bagi anak. Dia menegaskan anak-anak harus dilindungi dari tayangan dan permainan yang destruktif dan berdampak buruk bagi anak.


Sahabat Keluarga Kemendikbud merilis 15 game yang dianggap berbahaya bagi anak. Game-game itu sangat populer, banyak anak-anak yang memainkannya di ponsel atau di warnet. 

Berikut daftar 15 game tersebut:
  1. World of Warcraft
  2. Call of Duty
  3. Point Blank
  4. Cross Fire
  5. War Rock
  6. Counter Strike
  7. Mortal Kombat
  8. Future Cop
  9. Carmageddon
  10. Shelshock
  11. Raising Force
  12. Atlantica
  13. Conflict Vietnam
  14. Bully
  15. Grand Theft Auto.
Berikut Rating Game Tersebut :

  1. World of Warcraft (ESRB: Teen, PEGI: 12)
  2. Call of Duty (ESRB: M, PEGI: 18)
  3. Point Blank (Tak Terdaftar)
  4. Cross Fire (ESRB: T, PEGI: tak terdaftar)
  5. War Rock (ESRB: T, PEGI: 16)
  6. Counter Strike (ESRB: M, PEGI: 16)
  7. Mortal Kombat (ESRB: M, PEGI: 18)
  8. Future Cop (ESRB: T, PEGI: 16)
  9. Carmageddon (ESRB: M, PEGI: tak terdaftar)
  10. Shellshock (ESRB: M, PEGI: 18)
  11. Rising Force (Tak Terdaftar)
  12. Atlantica (ESRB: T, PEGI: tak terdaftar)
  13. Conflict Vietnam (ESRB: M, PEGI: tak terdaftar)
  14. Bully (ESRB: T, PEGI: 16)
  15. Grand Theft Auto (ESRB: M, PEGI: 18)
Berikut jenis rating game Di Amerika Serikat terdapat kategori rating video game, yaitu:
  1. Early Childhood (cocok untuk anak usia dini)
  2. Everyone (untuk semua umur)
  3. Everyone 10+ (untuk usia 10 tahun ke atas)
  4. Teen (untuk usia 13 tahun ke atas)
  5. Mature (untuk usia 17 tahun ke atas) 
  6. Adults Only (untuk dewasa)

Namun pertanyaan saya,  kenapa game yang sadis seperti Assassin's Creed series dan Juga game perang lainnya tidak dianggap berbahaya bagi anak, padahal kita tahu seperti apa game game tersebut. Apa yang menjadi acuan Kemendikbud menganggap daftar game diatas berbahaya bagi anak? Mari kita tunggu beritanya.
Sekian dan Terima Kasih
Read More